-->
Toko Sosmed
EBOOK: KESLING, MOTIVASI & PENGEMBANGAN DIRI
WWW.ARDADINATA.COM WWW.ARDADINATA.COM
Menu InSanitarian:
  

  

  

  

 

WWW.ARDADINATA.COM

Daftar Artikel


NIAT BAIK, JANGAN DITUNDA
Lihat Detail

NIAT BAIK, JANGAN DITUNDA

NIAT BAIK, JANGAN DITUNDA

 ALLAH SWT memberikan pembalasan kepada amal seseorang menurut niatnya. Niat berarti ujud (maksud tujuan sesuatu perbuatan); nadar; kaul; kehendak (maksud) akan melakukan sesuatu. Sedangkan baik berarti elok; patut; teratur (apik, rapi, beres, tak ada celanya dsb); berguna; manjur; tidak jahat; sembuh; selamat. Jadi, niat baik manusia merupakan perilaku awal berupa kehendak (maksud) akan melakukan sesuatu kebaikan dalam kehidupannya.

Mengapa kita harus mempunyai niat baik dalam hidup ini? Karena manusia itu lemah dan Allah Maha Kuasa. Allah menentukan segala-galanya, termasuk baik dan buruk. Sedangkan manusia hanya tinggal berusaha, ketentuan berhasil atau tidaknya ditentukan oleh Allah. Di sini terlihat ada kekuasaan Allah. Sebenarnya apa yang terjadi terhadap diri manusia, tidak lain sangat tergantung dari amal perbuatan, dan niatnya.

Kekuatan niat (baik) ini, sangat menentukan sekali dalam perjalanan hidup seseorang. Lagi pula, niat baik itu bukan untuk Allah, tapi akan berpulang kepada manusia sendiri dan bahkan Allah akan menambahkan kebaikannya. Allah berfirman, "…. Katakanlah: 'Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan.' Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri." (QS. Asy Syuura: 23).

Pada konteks ini, Allah akan mensyukuri hamba-Nya. Artinya Allah akan memberi pahala terhadap amal-amal hamba-Nya, memaafkan kesalahannya, menambah nikmat-Nya, dll. Itulah makna dari Allah Maha Mensyukuri. Dan sebaik-baiknya keuntungan berkait dengan niat ini adalah niat yang ditunjukan untuk menggapai keuntungan di akherat (baca: QS. Asy Syuura: 20).

Sesuatu niat (baik) ini akan menjadi amal yang baik (amal hasan), jika dilakukan dengan ikhlas kepada Allah dan sesuai dengan hukum syara'. Oleh karena itu, para ulama salaf senantiasa menyatukan dua unsur pokok ini. Adalah Fudlail bin Iyadl dalam menjelaskan firman Allah: " ….agar Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya…." (QS. Al Mulk: 2), mengatakan: "Yang terbaik amalnya adalah yang terikhlas dan terbenar amalnya."

Untuk itu, niat baik jangan ditunda-tunda. Tugas kita, hanya luruskan niat dan sempurnakan ikhtiar. Berikut ini, ada beberapa tatanan niat baik yang tidak perlu ditunda-tunda untuk melakukannya.

Salam Arda Dinata:
http://mitraazaria.blogspot.co.id/


PELUANG BISNIS TERBARU DI ERA NETIZEN

Dapatkan Income 1 Juta Berkali-Kali Dengan Cara MUDAH DAN CEPAT !

Hanya Butuh 3 Langkah Mudah Untuk Mendapatkan Penghasilan JUTAAN RUPIAH Tiap Harinya.


HITUNG-HITUNGAN
Lihat Detail

HITUNG-HITUNGAN

HITUNG-HITUNGAN

Seorang kawan saya bercerita tentang salah satu orang tua santri yang mondok di pesantren nya. Yah, kawan saya memang sudah punya pesantren tahfidz di Bekasi, namanya Ustadz Abdurrahim. Bedanya dengan saya, saya juga punya pesantren, tapi pesantren kilat. Hehe.

Walhasil dari perbincangan dengan orang tua santri tersebut, terbuka lah kisah menarik ternyata beliau pergi haji setiap tahun. Jadi jika ditotal sudah 30 kali beliau pergi haji. Begini kira-kira percakapan nya.

"Pak haji, apa kira-kira amalan Bapak kok Allah buka pintu rezeki gampang banget buat bapak sampai haji bisa tiap tahun ?"
"Saya juga ndak tau Ustad, semua ibadah saya biasa-biasa saja. Sama seperti orang lain"
"Masa sih pak, pasti ada satu dua yang lebih, dibandingkan orang lain"
"Ya semua biasa Ustad, kecuali shalawat. Saya memang sejak dulu suka sekali membaca shalawat kepada Nabi. Kalau untuk shalawat, saya baca sebanyak-banyaknya sepanjang hari saya sendiri juga gak tau berapa jumlahnya"

Subhanallah. Begitulah keberkahan shalawat kepada Rasulullah. Mari kita mulai habbit baru, kebiasaan baru, membaca shalawat setiap hari. Jangan bilang gak punya waktu untuk Rasulullah. Jangan hitung-hitungan sama Rasulullah.

Hikmah dari kisah kawan saya tersebut adalah :

Kalau kita tidak hitung-hitungan dengan Allah dan Rasul Nya, dapat dipastikan Allah dan Rasul Nya juga tidak akan hitung-hitungan dengan kita.

Wassalam.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita !
Produk Pasangan
Lihat Detail

Produk Pasangan

Produk Pasangan 

"Apapun makanannya, minumnya...", meski slogan itu telah di 'zoom out' menjadi "Apapun.... enaknya minum....", namun sudah telanjur nancep yang pertama.

Setiap makan Batagor Kingsley, Bandung, tak terlewat minumnya Es Oyen. Hampir tiap makan nasi goreng pete di Jalan Gardujati, Bandung, nyaris tak terlewat, minumnya es jeruk, sederet dengan penjual nasi goreng.

Menjual minuman segar, yang termudah ya di samping penjual makanan yang panas dan pedas.
Menjual powerbank, casing dan aksesoris HP, paling mudah ya sampingan dengan penjual HP.
Jual kaos kaki? Ya di samping penjual sepatu.
Paham?

Itulah yang disebut produk pasangan atau produk pelengkap. Rasanya ada yang kurang kalau tidak tampil berdua. Apa produk pasangan dari produk yang Anda jual? Dimana letak penjual yang terlaris? Bukalah di sampingnya, insyaa Allah langsung laris.

Ingat: tempat jual produk pasangan yang 'sudah laris', bukan menunggu laris. Jadi Anda dapat 'numpang laris' dengannya. Tidak perlu menarik trafik dari nol, cukup menumpang trafiknya 'pasangan' Anda.

Kalau dibalik, bisakah? Bisa..! Dimana ada penjual es yang ramai, bukalah bakso atau batagor di sebelahnya. Hanya saja tak berlaku untuk semua produk. Misalnya, jualan mobil di samping penjual aksesoris mobil yang ramai, jelas beda besar hambatannya.

Teori (praktis) ini juga bisa digunakan sebagai pengembangan usaha, jika usaha pertama Anda sudah laris. Misalnya, jualan bakso sudah laris, tambahkan es campur, doger, teler, dawet, sebagai pasangannya, langsung laris. Target pasar yang sama, dijuali lebih.

Apakah pasangan makanan harus minuman..? Tidak selalu. Bisa juga buka bubur ayam, nasi tim, soto, sop, di samping klinik atau rumah sakit. Karena orang yang sakit, cenderung makan bubur atau berkuah dan hangat. Jual oleh-oleh di terminal, stasiun, bandara, tempat dimana 'semut pelancong' berkumpul.

Kalau jualannya online gimana...? Ya bisa kerjasama bundling, co-branding, berbagi database, atau ngiklan di fanpage produk pasangan tersebut, tidak melulu membidik pasar kompetitor. Yuk kreatif dikit, rejekinya masih berlimpah.

Apakah produk pasangan Anda?
Adakah merek yang terkenal dan sangat laris?
Adakah simbiosis mutualisme yang bisa Anda tawarkan kepada mereka?

Tinggal tambahkan slogan, "Makannya pedas-pedas, minumnya seger-seger. Pas lah.."

Bisnis itu nalar, bukan klenik.
-------------------------------------------------------------------------------------

H-35 jelang Kopdar Akbar Yukbisnis 2016, Sanur Beach BALI.

Salam,

Jaya Setiabudi,

Founder Young Entrepreneur Academy dan yukbisnis.com

TANDA PUASA KITA DITERIMA
Lihat Detail

TANDA PUASA KITA DITERIMA

TANDA PUASA KITA DITERIMA
- Ustadz Firanda Andirja -

Apa ada tanda amalan puasa Ramadhan diterima?

Coba kita gali dari perkataan Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berikut. Ketika membicarakan faedah melakukan puasa Syawal, beliau rahimahullah berkata,

أن معاودة الصيام بعد صيام رمضان علامة على قبول صوم رمضان فإن الله إذا تقبل عمل عبد وفقه لعمل صالح بعده كما قال بعضهم : ثواب الحسنة الحسنة بعدها فمن عمل حسنة ثم اتبعها بعد بحسنة كان ذلك علامة على قبول الحسنة الأولى كما أن من عمل حسنة ثم اتبعها بسيئة كان ذلك علامة رد الحسنة و عدم قبولها

"Kembali lagi melakukan puasa setelah puasa Ramadhan, itu tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Karena Allah jika menerima amalan seorang hamba, Allah akan memberi taufik untuk melakukan amalan shalih setelah itu. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama, 'Balasan dari kebaikan adalah kebaikan selanjutnya.' Oleh karena itu, siapa yang melakukan kebaikan lantas diikuti dengan kebaikan selanjutnya, maka itu tanda amalan kebaikan yang pertama diterima. Sedangkan yang melakukan kebaikan lantas setelahnya malah ada kejelekan, maka itu tanda tertolaknya kebaikan tersebut dan tanda tidak diterimanya." (Lathaif Al-Ma'arif, hlm. 388).

Salah satu pelajaran yang bisa kita petik adalah dari perkataan,

ثَوَابُ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا

"Balasan dari kebaikan adalah kebaikan setelahnya."

Atau perkataan yang lainnya yang diutarakan oleh Ibnu Katsir ketika membahas tafsir surat Al-Lail,

مِنْ ثَوَابِ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا، وَمِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةُ بَعْدَهَا

"Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya." (Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, 7: 583).

Berarti tanda amalan Ramadhan kita diterima adalah menjadi lebih baik selepas Ramadhan atau minimal menjaga kebaikan yang telah ada. Contoh kebaikan yang dilakukan setelah Ramadhan adalah puasa Syawal. Tanda amalan kita di bulan Ramadhan tidak diterima adalah setelah Ramadhan tidak lagi ada kebaikan, bahkan sampai meninggalkan kewajiban seperti kewajiban shalat lima waktu.

Dan ingat, para salaf selama 6 bulan mereka berdoa supaya bisa berjumpa lagi dengan bulan Ramadhan dan 6 bulan tersisa mereka berdoa supaya amalan mereka diterima.

Semoga Allah menerima amalan kita semua di bulan Ramadhan.

------------------
Judul Kajian: Keutamaan dan Amalan di Bulan Ramadhan
Memakna Ucapan Minal 'Aidin wal Faizin
Lihat Detail

Memakna Ucapan Minal 'Aidin wal Faizin

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri." (An-Nisa`: 36).

Ayat tersebut mengingatkan kita untuk senantiasa menjaga silaturahiim. Atau istilah lainnya dari silaturahmi adalah: silaturahim, silaturohiim dengan mendahulukan Allah, kemudian orang tua, kerabat dst..

Sebentar lagi, kita menyambut Hari Besar Iedul Fitri, yang banyak dinanti kaum Muslimin sebagai hari kemenangan. Menang dalam Arti menahan nafsu, menahan diri dalam tempaan selama Ramadhan. Akhirnya, saat hari itu tiba, kaum muslimin merayakan tradisi untuk bermaaf-maafan, untuk menjalin dan menyambung kembali antara sesama kerabat, saudara, sahabat, dll.

Di sini, sebagian orang di Indonesa terbiasa dengan mengucap Minal 'Aidin wal Faizin, yang diiringi dengan tambahan kalimat Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

##

Sahabat mari kita lihat arti sebenarnya dari Minal 'aidin wal faizin, agar lebih mngetahui makna yang sebenarnya. Sehingga mudah mengaplikasikan maaf sebagai insan yang selalu rendah diri.

Kalimat Minal 'aidin wal faizin, terdiri dari huruf hijaiyah seperti berikut:

Mim-nun-alif-lam-'ain-alif-hamyah-dal-ya-nun-wawu-aliflam-fa-alif-hamyah-ya-za-ya-nun.

Jika ditranselerasikan dalam Bahasa Indonesia menjadi:

1. Min, Yang memiliki arti "termasuk".

2. Al-aidin, artinya"orang-orang yang kembali"

3. Wal, artinya "dan"

4. Al-faizin, artinya " menang".

Sehingga bila dimaknai secara harfiah dari Minal 'Aidin wal Faizin dalam Bahasa Indonesia, menjadi:

"Termasuk dari orang-orang yang kembali sebagai orang yang menang," dan bukan berarti mohon maaf lahir dan bathin, melainkan ditambahkannya kalimat tersebut untuk menyertai bahasa Arab Minal 'Aidin Wal faizin.

Sebagian kaum Muslimin di Indonesia, memaknai kemenangannya dari perjuangan selama bulan Ramadhan, sehingga saat hari raya tiba, disebut hari kemenangan.

 ##

Pada zaman khilafiah rosyidin, ucapan Minal 'Aidin wal Faizin, digunakan sebagai ungkapan bangga atas kemenangan perang yang sebenarnya, semisal perang badar.

"Semoga termasuk dari orang-orang yang kembali (dari perang) dan sebagai orang yang menang (dalam setiap perjuangan Islam)."

Marilah kita biasakan melatih lisan kita dengan ucapan yang disertai Ilmu, sehingga memiliki nilai ibadah.

Jika dilihat dari rawinya dalam budaya Arab, ucapan yang disampaikan ketika menyambut hari Idul Fitri (yang mengikuti teladan nabi Muhammad Saw) adalah "Taqabbalallahu minna waminkum." Lalu, menurut riwayat, ucapan nabi itu ditambahkan oleh orang-orang yang dekat dengan zaman Nabi dengan kata-kata "Shiyamana wa Shiyamakum," yang artinya puasaku dan puasamu, sehingga kalimat lengkapnya menjadi "Taqabbalallahuminna wa minkum, Shiyamana wa Shiyamakum" (Semoga Allah menerima amalan puasa saya dan kamu).

##

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah [Majmu Al-Fatawa 24/253]

Jubair bin Nufair: "Para sahabat Nabi Saw bila bertemu pada hari raya, maka berkata sebagian mereka kepada yang lainnya: Taqabbalallahu minnaa wa minka (Semoga Allah menerima dari kami dan darimu)." Al Hafidh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari [2/446] Dalam 'Al Mahamiliyat' dengan Isnad yang Hasan

Muhammad bin Ziyad berkata: "Aku pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan selainnya dari kalangan sahabat Nabi Saw. Mereka bila kembali dari shalat Ied berkata sebagiannya kepada sebagian yang lain: 'Taqabbalallahu minnaa wa minka." (Ibnu Qudamah dalam "Al-Mughni" (2/259)

IMAM AHMAD menyatakan bahwa ini adalah "Isnad hadits Abu Umamah yang Jayyid/Bagus. Beliau menambahkan: "Aku tidak pernah memulai mengucapkan selamat kepada seorangpun, namun bila ada orang yang mendahuluiku mengucapkannya maka aku menjawabnya. Yang demikian itu karena menjawab ucapan selamat bukanlah sunnah yang diperintahkan dan tidak pula dilarang. Barangsiapa mengerjakannya maka baginya ada contoh dan siapa yang meninggalkannya baginya juga ada contoh, wallahu a'lam." [Al Jauharun Naqi 3/320. Suyuthi dalam 'Al-Hawi: (1/81) : Isnadnya hasan]

Dari Riwayat tersebut dan seperti keterangan keterangan yang dipaparkan, yang benar adalah dari "Taqabbalallahu… sampai … shiyamakum". tidak satupun menyatakan ada istilah Minal 'Aizin wal Faidzin. Atau tanpa Minal 'Aidin wal faidzin.

##

Jadi mengucapkan Minal 'Aidin wal Faizin, jika kita mengucapkannya dengan niat ingin mencontoh kebiasaan Rosulullah/Ittiba'qaulyah, jatuhnya bisa menjadi bid'ah, tapi kalau niatnya hanya untuk "Ingin mendoakan sesama saudara seiman", Insya Allah, tidak salah dan bahkan hal yang baik.

Adapun jika ingin menambahkan bisa saja ditambahkan diakhir kalimat, agar secara harfiyah aja serasi menjadi: "Taqabbalallahu minna wa minkum, Shiyamana wa Shiyamakum. Ja'alanallaahu Minal 'Aidin wal Faizin" Artinya, "Semoga Allah menerima amal-amal kami dan kamu, Puasa kami dan kamu. Dan semoga Allah menjadikan kami dan kamu termasuk dari orang-orang yang kembali (dari perjuangan Ramadhan) sebagai orang yang menang."

Ja'alanallaahu : Berarti "Semoga Allah menjadikan kita".. sebagai tambahan untuk melengkapi, Minal Aidin wal Faizin yg mengambang tadi..

Sahabat bagaimana jika kita ingin mengucapkan "mohon maaf lahir dan batin" dalam bahasa arab benar?

Salah satunya adalah "As-alukal afwan zahiran wa bathina." Atau "Kullu aam wa antum bikhair", yang berarti semoga sepanjang tahun Anda dalam keadaan baik-baik," dan sekali lagi bukan "Minal Aidin wal Faizin."  Sebab, kata ini bukan berarti kalimat permintaan maaf. Namun, hanya sebuah doa yang tidak utuh.

Anjurannya, pada Hari Raya Idul Fitri merayakan kemenangan dengan saling mengucapkan "taqabballahu minna wa minkum." Artinya, semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian. Lalu, dibalas dengan ucapan "taqabbal yaa kariim" (artinya: terimalah ya Yang Maha Memberi).

Semoga uraian di atas dapat menjadi bahan muzakarah dan bahan Improfisasi kita untuk melangkah dalam muhasabah. Dan bukan sebagai dasar atau dalil untuk melemahkan yang lain. Akhir kata, semoga segalanya dapat bermanfaat dan salam sukses berkah selalu. Aamiin. (AD, disarikan dari KDDM).***
Cara Wanita Yang Sedang Haidh Meraih Lailatul Qodar
Lihat Detail

Cara Wanita Yang Sedang Haidh Meraih Lailatul Qodar

🌷 *CARA WANITA YANG SEDANG HAIDH MERAIH LAILATUL QODAR* 🌷
.
Untuk wanita haid yang ingin medapatkan malam lailatul qadar masih bisa melakukan amalan ibadah, di 10 hari terakhir Ramadhan selain amalan yang dilarang dalam syariat.

📜 Juwaibir mengatakan bahwa dia pernah bertanya pada Adh-Dhahak, "Bagaimana pendapatmu tentang wanita nifas, haid, musafir, dan orang yang tidur; apakah mereka bisa mendapatkan bagian dari lailatul qadar?" Adh-Dhahak pun menjawab, "Iya, mereka tetap bisa mendapatkan bagian. Setiap orang yang Allah terima amalannya akan mendapatkan bagian lailatul qadar." (Lathaif Al-Ma'arif, hlm. 341)

Keterangan ini menunjukkan bahwa wanita haid, nifas dan musafir tetap bisa mendapatkan bagian lailatul qadar. Hanya saja, wanita haid dan nifas tidak boleh melaksanakan shalat. Untuk bisa mendapatkan banyak pahala ketika lailatul qadar, wanita haid atau nifas masih memiliki banyak kesempatan ibadah.

Masih banyak amalan ibadah yang bisa dilakukan wanita haid. Diantaranya,

♎1.Membaca Al-Quran tanpa menyentuh lembaran mushaf (menurut sebagian pendapat).

♎2.Boleh menyentuh ponsel atau tablet yang ada konten Al-Qurannya. Karena benda semacam ini tidak dihukumi Al-Quran. Sehingga, bagi wanita haid yang ingin tetap menjaga rutinitas membaca Al-Quran, sementara dia tidak memiliki hafalan, bisa menggunakan bantuan alat, komputer, atau tablet atau semacamnya.

♎3.Berdzikir dan berdoa. Baik yang terkait waktu tertentu, misalnya doa setelah adzan, doa seusai makan, doa memakai baju atau doa hendak masuk WC, dll.

♎4.Membaca dzikir mutlak sebanyak mungkin, seperti memperbanyak tasbih (subhanallah), tahlil (la ilaha illallah), tahmid (alhamdulillah), dan zikir lainnya. Ulama sepakat wanita haid atau orang junub boleh membaca dzikir. (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 25881)

♎5.Belajar ilmu agama, seperti membaca membaca buku-buku islam. Sekalipun di sana ada kutipan ayat Al-Quran, namun para ulama sepakat itu tidak dihukumi sebagaimana Al-Quran, sehingga boleh disentuh.

♎6.Mendengarkan ceramah, bacaan Al-Quran atau semacamnya.

♎7.Bersedekah, infak, atau amal sosial keagamaan lainnya.

♎8.Menyampaikan naaehat, sekalipun harus mengutip ayat Al-Quran. Karena dalam kondisi ini, dia sedang berdalil dan bukan membaca Al-Qur'an.

♎️9.Mendengar tilawah Al-Quran dari kaset atau file audio.

♎️10.Banyak beristighfar setiap hari/malam.

♎️11.Beramal salih, seperti menyiapkan makanan untuk orang yang bersahur membantu keluarga atau orang-orang yang perlu bantuan, bersedekah, ikut serta dalam kegiatan amal, dan lain-lain.

♎️12.Membaca zikir ketika lailatul qadar, sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat dari Aisyah radhiallahu 'anha, "Aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, jika aku menjumpai satu malam yang itu merupakan lailatul qadar, apa yang aku ucapkan?' Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Ucapkanlah,

'اللَّـهُـمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُـحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي'

(Ya Allah, sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha Pemaaf dan Pemurah maka maafkanlah diriku)
(Hadis sahih; diriwayatkan At-Turmudzi dan Ibnu majah)

♎️13.Istri mempersiapkan keperluan suami untuk I'tikaf, istri mendukung penuh serta memberikan dukungan moril kepada suami.

Akan mendapat pahala i'tikaf yang sama dengan suami.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ جَهَّزَ غَازِياً فِى سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا ، وَمَنْ

خَلَفَ غَازِياً فِى سَبِيلِ اللَّهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا

"Barang siapa mempersiapkan (membekali) orang yang berperang, maka sungguh ia telah berperang. Barang siapa yang menanggung keluarga orang yang berperang, maka sungguh ia telah berperang."(HR. Bukhari dan Muslim)

🌷 Dan masih banyak amal ibadah lainnya yang bisa menjadi sumber pahala bagi wanita haid di 10 hari terakhir Ramadhan. Karena itu, tidak ada alasan untuk bersedih atau tidak terima dengan kondisi haid yang dia alami.

Wanita haid boleh melakukan semua bentuk ibadah, kecuali shalat, puasa, tawaf di ka'bah, dan i'tikaf di masjid. Menghidupkan lailatul qadar tidak hanya dengan shalat, namun mencakup semua bentuk ibadah.

Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan, 'Makna 'meng
hidupkan malam lailatul qadar' adalah begadang di malam tersebut dengan melakukan ketaatan.' An-Nawawi mengatakan, "Makna 'menghidupkan lailatul qadar' adalah menghabiskan waktu malam tersebut dengan bergadang untuk shalat dan amal ibadah lainnya.'"

Dengan demikian meskipun wanita berhalangan, mereka masih mampu untuk mendapatkan malam lailatul qadar.
Wallahu a'lam
Semoga bermanfaat.
_____
*Penyusun : Iis Ummu Syamil*
•┈┈┈◎❅❀❦🌺🌻🌺🌻🌺❦❀❅◎┈┈┈•

Inilah Renungan Perjalanan Umur Anda
Lihat Detail

Inilah Renungan Perjalanan Umur Anda

Berikut ini saya sampaikan seputar inspirasi terkait perjalanan umur seseorang. Semoga tulisan ini dapat menginspirasi dan menjadi ibroh buat kita semua.

Tulisan ini saya dapatkan share dari temen saya lulusan Kesehatan Lingkungan yaitu Sambas, selamat membaca dan semoga bermanfaat. Aamiin....

*PERJALANAN UMUR*

*Ketika umur kita dibawah 10 tahun,* kita merasa bahwa bermain merupakan sesuatu yang sangat penting.
Sebab itu,
Kita suka bermain. Pagi, sore, siang, malam, bermain terus.

*Ketika umur kita belasan tahun,* kita merasakan kebebasan itu lebih penting.
Sebab itu,
kita ingin menyuarakan pendapat sendiri.
Ingin suara didengari.
Kita banyak memberontak dan sedikit keras kepala.
Kita mulai bandel dan tidak suka dengar nasihat.

*Beranjak ke umur 20-an,* kita merasakan pendidikan dan kerja begitu penting.
Sebab itu,
kita belajar sungguh-sungguh untuk memperoleh kerja yang sesuai.
Kadang-kadang kita menyesal, kenapa dulu tidak belajar sungguh-sungguh, biar dapat pekerjaan yang baik seperti kawan-kawan yang lain.
Alangkah ruginya kita telah berleha-leha sebelum ini.

*Meningkat ke umur 30-an,* kita semakin sadar bahwa keuangan itu sangat penting.
Sebab itu,
masa inilah kita membina hidup.
Membina keluarga.
Ingin membeli kenderaan,  rumah, tanah, aset, melancong dan sebagainya.

*Namun akhirnya, kita pun memasuki fase 40-an.* Perkara yang paling penting dalam hidup ialah *kesehatan.*
Kekayaan dan lain-lain tidak berarti dengan kesehatan yang tidak memuaskan. Pada masa ini darah tinggi, diabetes, asam urat, kolesterol, jantung koroner  dan lain-lain sedang melamar kita.
Masa inilah kita bisa menyesal karena sudah terlalu sering makan yang enak2 dan sibuk kerja sehingga lupa untuk bersenam dan menjaga kesehatan.

*Memasuki era 50-an,* tatkala kita sudah memiliki semua impian, akhirnya kita sadar bahwa perkara yang lebih penting dalam hidup ialah *kasih sayang.*
Kita sedikit kesunyian tatkala anak-anak sudah berumah tangga dan tinggal di tempat lain.
Anak-anak yang sibuk dengan kerjanya masing-masing menjadikan kita rindu saat-saat indah bersama mereka dahulu.
Rumah besar, mobil besar seakan-akan tidak lagi berarti.

*Kehidupan terus berjalan.*
*Tatkala memasuki usia 60-an,* kitapun semakin sadar bahwa hanya amal ibadahlah bekal yang akan dibawa ke alam sana.
Segala kemewahan dan kebendaan tidak lagi bermakna.
Kubur bakal menjemput kapan saja.
Mujurlah kita sempat sadar dan Allah masih membuka pintu taubat yang kita mohonkan.
Masih tersisa waktu untuk menambah bekal.

*Rosulullah SAW bersabda:*
*"Cari kesempatan yang lima,  sebelum datang lima lainnya".*
1. Masa mudamu sebelum datang masa tua,
2. Masa sehatmu sebelum datang masa sakit,
3. Masa kayamu sebelum datang masa miskin,
4. Masa luangmu sebelum datang masa sibuk,
5. Masa hidupmu sebelum datang kematian."
(HR. Al Hakim)

*Mari siapkan bekal, hidup ini hanya sementara.*